Kau bawa pergi seluruh kenangan
Hingga tak satu kata bisa kuingat
Sebagai petunjuk membaca jejak
Di lorong waktu yang begini kelu
Hanya sunyi yang tertinggal di sini
Kauselipkan di bait-bait retak
Meski genangan sesal telah meluap
Tidakkah cukup bagi pongah yang kobar
Di sini, gigil aku dibalur ngilu
Dengan geletar doa mengigau kasih
Senja yang tua menghadang kisah ini
Sedang cahaya bulan entah kapan bertandang
Kau bawa pergi semua kata
Hingga tak satu sunyi mampu kuredam
Di lorong waktu yang begini cadas
Ingin kutikam rindu di jantungku
Hingga sempurna gigil ini
Selasa, Mei 13, 2008
Kau Bawa Pergi Seluruh Kenangan
Senin, Mei 12, 2008
Mohon Doa Restu, TITIKNOL Punya Gawe
DEAR FRIENDS, mohon doa restu atas upacara pernikahan kami yang akan berlangsung pada hari Minggu 18 Mei 2008 pukul 11.30-14.00 WIB di Gedung DPD Golkar, Jl. Pemuda 93 Pemalang, Jawa Tengah. Semoga keikhlasan doa restu teman-teman semua menjadi cahaya penerang perjalanan kami selanjutnya. Amin. Terima kasih -- TS PINANG & ROSALIA HENING WIJAYANTI
Disalin dari situs titiknol.com
Pada Hening, Semoga Semakin Teguh
-kepada TSP
Sekian jarak telah memerah peluh
Sekian onak telah menjadi tanda
Dalam perputaran harap dan resah
Tuk menggenggam separuh dunia
Pada suatu hening, jiwamu berdamai
Semua ragu kini terbang melayang
Kautemui gerbang menikmati hidup sejati
Babak sesungguhnya yang akan terbentang
Pada hening, semoga kau semakin teguh
Memijah kata menyusun diksi
Membangun makna membuang angkuh
Menjadi puisi, menjadi abadi
(12 Mei 2005)
Jumat, Mei 09, 2008
Apa Lagi yang Bisa Kukenang
Di simpang jalan itu
Aneka warna meracuni benak
Kita kejar putih yang sejatinya kelabu
Lalu gerimis turun perlahan
Menelan wajah rembulan yang
Mengintip ragu di balik kelopak mata
Dalam perjalanan begitu resah
Gerimis itu menjelma hujan meluap
Hanyutkan semua puisi di mana
Baris-baris menyimpan nama kita
Dan doa yang begitu bening
Apa lagi yang bisa kukenang
Tentang wajah pulau di ujung pelayaran
Jika angin tak lagi sudi
Mengantar rindu yang begitu lama
Menembus seluruh sendi, begitu ngilu
(9 Mei 2008)
Selasa, Mei 06, 2008
Ketika Tujuan Tiba
:Dino Umahuk
Sesungguhnya tujuan tak pernah berhenti
Berlari menghampiri setiap desah kaki dan doa
Yang tertera di seluruh kisah
Sepanjang peluh dan bening airmata
Kita manusia selalu ragu
Ketika begitu banyak jalan menggoda
Sementara jalan kita begitu sempit
Sesungguhnya setiap kesempitan ada kesempatan
Di setiap kesempitan pasti ada kesempatan
Hanya keyakinan yang bisa membawa kita
Melewati setiap halang rintang
Yakinlah tujuan itu semakin dekat
Seberapa siap jiwa raga kita
Ketika tujuan telah berdiri di depan mata?
Dino F. Umahuk Berduka Cita
Putra Bang Dino F. Umahuk, Maulana Alfi Syahri, meninggal pada 4 Mei 2008, dalam usia 7 bulan 7 hari di RS Zainal Abidin, Banda Aceh. Semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT. Dan Semoga Bang Dino dan keluarga bisa ikhlas dan tabah. Saya dan keluarga turut berduka cita sedalam-dalamnya.
Selasa, April 22, 2008
Kami Lupa Membeli Peta
Di tanah sendiri, kami kehilangan kiblat. Maju atau mundur, ke kiri atau ke kanan, nafas kami semakin sesak. Televisi, satu-satunya kompas yang kami punya, tak henti mengajak kami ke mal dan kamar pribadi tetangga. Hingga kami terhipnotis keindahan etalase dan nikmatnya keremangan. Kami lupa membeli peta untuk membaca hari esok. Kami lupa jalan kembali.
Seharusnya ini tidak terjadi, jika kami mau berbagi peran. Sayangnya, kami sangat percaya diri, sehingga selalu meminta beban melebihi daya kami. Kami beli semua televisi, lalu kami tempel gambar kami di sana. Agar seluruh warga kami percaya betapa mulia niat kami. Hanya dengan melihat sorban atau peci kami. Atau tampang kami yang innocent.
Begitulah watak kami. Kami serahkan seluruh nasib kami pada peci atau sorban dan wajah. Tak pernah kami sadari, di dalam peci dan sorban itu, ada binatang pengerat, yang mengintai tali gantungan nasib kami setiap saat. Juga tak pernah kami pahami, di balik wajah itu, ribuan rupa menuntut pemerah bibir, uang jajan, asap dapur, dan penyegar mata. (22 April 2008).